Halaman

Selasa, 19 Februari 2013

Komunikasi Bisnis


MENGGUNAKAN MEDIA KOMUNIKASI
A.   PENGERTIAN MEDIA KOMUNIKASI
            Media komunikasi adalah suatu alat yang dipergunakan untuk mempermudah penyampaian informasi dari seseorang kepada orang lain, untuk mencapai tujuan yang ditentukan. Kecakapan dalam penggunaan media komunikasi yang ada akan membuat pesan akan lebih mudah tersampaikan dan dimengerti oleh penerima pesan.
            Dari pengertian media komunikasi di atas dapat ditarik beberapa fungsi media komunikasi diantaranya sebagai berikut :
1.      Mempermudah penyampaian pesan
2.      Sebagai alat untuk membangkitkan motivasi
3.      Mempersingkat waktu penyampaian informasi
4.      Membangkitkan daya tarik pesan yang akan disampaikan
5.      Mengkonkretkan isi berita yang bersifat abstrak
6.      Mempelajari isi dan maksud informasi yang akan disampaikan
7.      Merupakan alat hiburan dan mendidik para komunikan
            Untuk memenuhi fungsi media komunikasi, terdapat 5 hal yang harus diperhatikan dalam memilih dan menggunakan media komunikasi, yaitu sebagai berikut :
1.      Tanda atau lambang yang digunakan
Tanda atau lambang yang digunakan mudah untuk dimengerti
2.      Unsur realitas yang digunakan
Media tersebut masih digunakan untuk saat ini
3.      Indra yang digunakan
Penyampaian psan tertentu hendaknya menggunakan media yang tepat
4.      Kemampuan untuk mengontrol media yang digunakan
Ganti media yang digunakan jika memang sudah tidak tepat lagi
5.      Respon di dalam memanfaatkan media
Respon dari setiap media yang digunakan berbeda-beda

B.   MEDIA KOMUNIKASI BISNIS
1.      Jenis media komunikasi bisnis
      Menurut jenisnya, media komunikasi dikelompokkan menjadi :
a.       Media komunikasi audio
Adalah media komunikasi yang dapat di dengar dan dipahami dengan pendengaran. Contohnya : radio, telepon, tape recorder, dan lain-lain.
b.      Media komunikas visual
Adalah media komunikasi yang dapat ditangkap melalui penglihatan. Contohnya : surat transparasi, chart, koran.
c.       Media komunikasi audio visual
Adalah media komunikasi yang dapat dipahami melalui pendengaran dan penglihatan. Contohnya : televisi, DVD, VCD, dan lain-lain.
2.      Memilih media komunikasi bisnis
      Memilih media komunikasi bisnis sangatlah penting. Komunikasi yang efektif dan tidak efektif dapat dibedakan melalui pilihan atas media komunikasi yang dipilih. Pilihan media komunikasi sangat tergantung pada sifat pesan, waktu, formalitas dan harapan. Media yang dimaksud adalah alat atau sarana yang digunakan untuk memindahkan pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan.
      Dilihat dari cara melaksanakan komunikasi, dibagi menjadi :
1)      Komunikasi lisan ( oral comunnication )
2)      Komunikasi tertulis (written communication )
3)      Komunikasi visual


a)      Komunikasi Lisan ( Oral Communication )
      Dalam dunia bisnis komunikasi lisan ( oral communication ) merupakan komunikasi yang paling banyak digunakan, misalnya melalui telepon, wawancara, pidato, seminar, presentasi bisnis dan lain-lain. Komunikasi ini disukai karena sederhana, spontan, nyaman, praktis, ekonomis dan memilik kemampuan yang lebih tinggi dalam memberikan feedback.
      Komunikasi lisan dapat digunakan sebagai :
1.      Pesan relatif sederhana dan mudah dimengerti
2.      Pesan tidak memerlukan catatan permanen
3.      Penerima dapat dikumpulkan dengan mudah dan ekonomis
4.      Ingin mendorong interaksi untuk pemecahan dan pengambilan keputusan
5.      Diperlukan umpan balik secara lansung dari penerima
Jenis media komunikasi lisan yang digunakan sehari-hari :
1.      Telepon
Adalah media komunikasi audio yang dipergunakan dalam komunikasi antar individu, telepon banyak digunakan dilingkungan kantor dan kehidupan sehari-hari.
2.      Pertemuan
Adalah jenis media komunikasi audio dalam komunikasi kelompok yang bersifat langsung. Pertemuan adalah jenis media yang sangat pentingdalam organisasi untuk membentuk saling pengertian antar anggota organisasi, baik secara vertikal atau horizontal.
3.      Wawancara
Adalah media komunikasi audio karena komunikasi berlangsung dengan tatap muka dan 2 arah. Jenis media ini banyak digunakan dalam organisasi secara vertikal yaitu antara atasan dengan bawahan.
4.      Kunjungan
Adalah media komunikasi audio dalam suatu kelompok. Bentuk media komunikasi ini lebih menitikberatkan pada hubungan antar manusia ( human relation ).


b)      Komunikasi Tertulis ( Written Communication )
      Komunikasi ini biasanya digunakan untuk menyampaikan informasi yang sifatnya singkat dan jelas, tetapi dipandang perlu untuk ditulis denganmaksud atau tuuan tertentu. Komunikasi ini juga digunakan untuk menyampaikan infromasi yang bersifat kompleks, untuk mengirimkan gambar dan foto karena tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata serta untuk menyampaikan informasi kepada banyak orang seperti spanduk dan brosur.
      Dalam komunikasi ini perlu ditimbangkan maksud dan tujuan komunikasi tersebut dilakukan. Perlu diketahui resiko dari komunikasi tersebut misalnya aman, mudah dimengerti dan tidak menimbulkan pengertian yang berbeda dari yang dimaksud. Komunikasi ini dapat dibuat dalam bentuk surat, faksimile, e-mail, memo, proposal ,laporan. Pilihan kata dilakukan dengan hati-hati untuk mempertahankan nada sopan dan bersahabat.
      Komunikasi tertulis bisa dengan ditulis tangan atau menggunakan media elektronik seperti telegram, mesin faks dan e-mail.
      Komunikasi tertulis tepat digunakan bila :
·         Pesan terinci dan kompleks
·         Pesan memerlukan perencanaan yang saksama
·         Pesan melakukan catatan prmanen
·         Penerima dalam jumlah banyak
·         Penerima sulit dijangkau karena tersebar secara geografis
·         Tidak diperlukan umpan balik secara langsung dari penerima
            Bentuk-bentuk media tertulis yang sering dipakai dalam dunia bisnis adalah sebagai berikut :
1.      Perintah tulis
2.      Peraturan kerja
3.      Memorandum
4.      Buku penuntun
5.      Laporan kerja
6.      Buku pegangan
7.      Formulir
8.      Catatan
9.      Kuesioner
10.  Pengumuman
11.  Iklan
c)      Komunikasi Visual
      Komunikasi visual adalah komunikasi melalui penglihatan. Komunikasi ini merupakan sebuah rangkaian proses penyampaian kehendak atau maksud tertentu kepada pihak lain dengan penggunaan media penggambaran yang hanya terbaca oleh indera penglihatan. Komunikasi ini mengkombinasikan seni, lambang, tipografi, gambar, desain grafis, ilustrasi, dan warna dalam penyampaiannya.
      Fungsi komunikasi visual :
1.      Sarana informasi dan intruksi yang bertujuan menunjukkan hubungan antara suatu hal denga hal yang lain dalam bentuk petunjuk, posisi dan skala, misalnya peta, diagram, simbol dan penunjuk arah.
2.      Sebagai sarana presentasi dan promosi untuk menyampaikan pesan, mendapatkan perhatian ( atensi ) dari mata ( secara visual ) dan membuat pesan tersebut dapat diingat contohnya poster.
3.      Sebagai sarana identifikasi. Identitas seorang dapat menatakan tentang siapa orang itu, dari mana asalnya. Demikian juga dengan benda, produk ataupun lembaga, identitas akan dapat mencerminkan kualitas produk atau jasa tersebut dan mudah dikenali, baik oleh produsen maupun konsumen.


C.   KEUNTUNGAN DAN KEKURANGAN MEDIA KOMUNIKASI BISNIS
            Media komunikasi adalah alat atau sarana yang digunakan unutk berkomunikasi, selain untuk mempermudah penyampaian informasi dan sebagai alat motivasi, juga dapat memperjelas isi dan maksud informasi yang akan disampaikan.
Ø  Fungsi media komunikasi sebagai alat untuk :
1.      Mendidik ( to educate )
2.      Menghibur ( to entertain )
3.      Mempengaruhi para komunikan ( to change society )

Ø  Keuntungan dan kelemaha media komunikasi dilihat dari efektifitas pemakaiannya :
a.       Media audio :
-        Keuntungan :
·         Harganya relatif murah
·         Dapat membangkitkan fantasi pendengaran
·         Mudah dibuat dan digunakan
·         Alatnya sangat sederhana
-        Kelemahan :
·         Sulit di kontrol
·         Kualitas suara cenderung menurun dan berkurang
·         Apabila ada kesalahan harus membuat naskah baru
·         Tidak dapat ditampilkan secara visual
b.      Media visual :
-        Keuntungan :
·         Informasi yang disampaikan lebih jelas
·         Biaya pembuatannya relatif murah
·         Pelaksanaannya dapat menghemat biaya
·         Pembuatan dan penggunaannya lebih mudah
-        Kelemahan :
·         Perlu waktu untuk menafsirkan pengertiannya
·         Menimbulkan rasa bosan atau jenuh
·         Menimbulkan gangguan-gangguan yang tida diinginkan
c.       Media audio visual :
-        Keuntungan :
·         Pemakaiannya tidak membosankan
·         Hasilnya lebih mudah untuk dimengerti dan dipahami
·         Informasi yang diterima lebih jelas dan cepat dimengerti
·         Informasi yang disampaikan dapat diterima sesuai pemakaian
-        Kelemahan :
·         Kualitas suara tidak tetap
·         Pelaksanaannya perlu waktu cukup lama
·         Pelaksanaannya memakai tempat yang luas
·         Biayanya relatif mahal

Sabtu, 16 Februari 2013

Pemasaran

Pemasaran (bahasa Inggris: marketing) adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.
Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia. Contohnya, seorang manusia membutuhkan air dalam memenuhi kebutuhan dahaganya. Jika ada segelas air maka kebutuhan dahaganya akan terpenuhi. Namun manusia tidak hanya ingin memenuhi kebutuhannya namun juga ingin memenuhi keinginannya yaitu misalnya segelas air merek Aqua yang bersih dan mudah dibawa. Maka manusia ini memilih Aqua botol yang sesuai dengan kebutuhan dalam dahaga dan sesuai dengan keinginannya yang juga mudah dibawa.
Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran. Mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price), pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion). Seseorang yang bekerja dibidang pemasaran disebut pemasar. Pemasar ini sebaiknya memiliki pengetahuan dalam konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatan pemasaran dapat tercapai sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia terutama pihak konsumen yang dituju.

Selasa, 12 Februari 2013

Jaringan Komputer

Jaringan komputer (jaringan) adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer-komputer yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi (surel, pesan instan), dan dapat mengakses informasi(peramban web).[1] Tujuan dari jaringan komputer adalah[1] agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan (service).[1] Pihak yang meminta/menerima layanan disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim layanan disebut peladen (server).[1] Desain ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.[1]
Dua buah komputer yang masing-masing memiliki sebuah kartu jaringan, kemudian dihubungkan melalui kabel maupun nirkabel sebagai medium transmisi data, dan terdapat perangkat lunak sistem operasi jaringan akan membentuk sebuah jaringan komputer yang sederhana.[2]: Apabila ingin membuat jaringan komputer yang lebih luas lagi jangkauannya, maka diperlukan peralatan tambahan seperti Hub, Bridge, Switch, Router, Gateway sebagai peralatan interkoneksinya.[2]

Daftar isi

Sejarah

ini model Distributed Processing
Sejarah jaringan komputer bermula dari lahirnya konsep jaringan komputer pada tahun 1940-an di Amerika yang digagas oleh sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Universitas Harvard yang dipimpin profesor Howard Aiken.[3] Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama.[3] Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan kaidah antrian.[3]
Kemudian ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai berkembang sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer harus melayani beberapa tempat yang tersedia (terminal), untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System).[4] Maka untuk pertama kalinya bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan.[4] Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah komputer atau perangkat lainnya yang terhubung dalam suatu jaringan (host) komputer.[4] Dalam proses TSS mulai terlihat perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.[4] Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset yang bertujuan untuk menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik pada tahun 1969.[5] Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET.[5] Pada tahun 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan.[5] Dan pada tahun 1970 itu juga setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing).[3] Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer.[3] Dalam proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.[3]
Ini adalah Model Time Sharing System (TSS)
Pada tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program surat elektonik (email) yang dibuatnya setahun yang lalu untuk ARPANET.[5] Program tersebut begitu mudah untuk digunakan, sehingga langsung menjadi populer.[5] Pada tahun yang sama yaitu tahun 1972, ikon at (@) juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukan “at” atau “pada”.[5] Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan meluas ke luar Amerika Serikat.[5] Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet.[5] Pada tahun yang sama yaitu tahun 1973, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran International Network (Internet).[5] Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.[5] Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan surat elektronik dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern.[5] Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network.[5]
Peta logika dari ARPANET
Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET (User Network) pada tahun 1979.[6] Tahun 1981, France Telecom menciptakan sesuatu hal yang baru dengan meluncurkan telepon televisi pertama, di mana orang bisa saling menelepon yang juga berhubungan dengan video link.[6]
Seiring dengan bertambahnya komputer yang membentuk jaringan, dibutuhkan sebuah protokol resmi yang dapat diakui dan diterima oleh semua jaringan.[6] Untuk itu, pada tahun 1982 dibentuk sebuah Transmission Control Protocol (TCP) atau lebih dikenal dengan sebutan Internet Protocol (IP) yang kita kenal hingga saat ini.[6] Sementara itu, di Eropa muncul sebuah jaringan serupa yang dikenal dengan Europe Network (EUNET) yang meliputi wilayah Belanda, Inggris, Denmark, dan Swedia.[6] Jaringan EUNET ini menyediakan jasa surat elektronik dan newsgroup USENET.[6]
Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan Sistem Penamaan Domain atau domain name system, yang kini kita kenal dengan DNS.[5] Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih.[5] Pada 1987, jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat menjadi 10000 lebih.[5]
Jaringan komputer terus berkembang pada tahun 1988, Jarkko Oikarinen seorang berkebangsaan Finlandia menemukan sekaligus memperkenalkan Internet Relay Chat atau lebih dikenal dengan IRC yang memungkinkan dua orang atau lebih pengguna komputer dapat berinteraksi secara langsung dengan pengiriman pesan (Chatting ).[6] Akibatnya, setahun kemudian jumlah komputer yang saling berhubungan melonjak 10 kali lipat.[6] tak kurang dari 100000 komputer membentuk sebuah jaringan.[6] Pertengahan tahun 1990 merupakan tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee merancang sebuah programe penyunting dan penjelajah yang dapat menjelajai komputer yang satu dengan yang lainnya dengan membentuk jaringan.[6] Programe inilah yang disebut Waring Wera Wanua atau World Wide Web.[6]
Komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer pada tahun 1992.[5] Dan pada tahun yang sama muncul istilah surfing (menjelajah).[5] Dan pada tahun 1994, situs-situs di internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya berbelanja melalui internet atau virtual-shopping atau e-retail muncul di situs.[5] Pada tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus tahun kelahiran Netscape Navigator 1.0.[5]

Klasifikasi

Contoh model jaringan Klien-Server
Klasifikasi jaringan komputer terbagi menjadi :
  1. Berdasarkan geografisnya, jaringan komputer terbagi menjadi Jaringan wilayah lokal atau Local Area Network (LAN), Jaringan wilayah metropolitan atau Metropolitan Area Network (MAN), dan Jaringan wilayah luas atau Wide Area Network (WAN).[7][8] Jaringan wilayah lokal]] merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau tempat yang berukuran sampai beberapa 1 - 10 kilometer.[7][3] LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan stasiun kerja (workstation) dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (misalnya pencetak (printer) dan saling bertukar informasi.[3] Sedangkan Jaringan wilayah metropolitan merupakan perluasan jaringan LAN sehingga mencakup satu kota yang cukup luas, terdiri atas puluhan gedung yang berjarak 10 - 50 kilometer.[8][7] Kabel transmisi yang digunakan adalah kabel serat optik (Fiber Optic).[8] Jaringan wilayah luas Merupakan jaringan antarkota, antar propinsi, antar negara, bahkan antar benua.[8] Jaraknya bisa mencakup seluruh dunia, misalnya jaringan yang menghubungkan semua bank di Indonesia, atau jaringan yang menghubungkan semua kantor Perwakilan Indonesia di seluruh dunia.[8] Media transmisi utama adalah komunikasi lewat satelit, tetapi banyak yang mengandalkan koneksi serat optik antar negara.[8]
  2. Berdasarkan fungsi, terbagi menjadi Jaringan Klien-server (Client-server) dan Jaringan Ujung ke ujung (Peer-to-peer).[8] Jaringan klien-server pada ddasaranya ada satu komputer yang disiapkan menjadi peladen (server) dari komputer lainnya yang sebagai klien (client).[8] Semua permintaan layanan sumberdaya dari komputer klien harus dilewatkan ke komputer peladen, komputer peladen ini yang akan mengatur pelayanannya.[8] Apabila komunikasi permintaan layanan sangat sibuk bahkan bisa disiapkan lebih dari satu komputer menjadi peladen, sehingga ada pembagian tugas, misalnya file-server, print-server, database server dan sebagainya.[8] Tentu saja konfigurasi komputer peladen biasanya lebih dari konfigurasi komputer klien baik dari segi kapasitas memori, kapasitas cakram keras {harddisk), maupun kecepatan prosessornya.[8] Sedangkan jaringan ujung ke ujung itu ditunjukkan dengan komputer-komputer saling mendukung, sehingga setiap komputer dapat meminta pemakaian bersama sumberdaya dari komputer lainnya, demikian pula harus siap melayani permintaan dari komputer lainnya.[8] Model jaringan ini biasanya hanya bisa diterapkan pada jumlah komputer yang tidak terlalu banyak, maksimum 25, karena komunikasi akan menjadi rumit dan macet bilamana komputer terlalu banyak.[8]
  3. Berdasarkan topologi jaringan, jaringan komputer dapat dibedakan atas[3]:
    1. Topologi bus
    2. Topologi bintang
    3. Topologi cincin
    4. Topologi mesh
    5. Topologi pohon
    6. Topologi linier
  4. Berdasarkan distribusi sumber informasi/data
    1. Jaringan terpusat
      Jaringan ini terdiri dari komputer klien dan peladen yang mana komputer klien yang berfungsi sebagai perantara untuk mengakses sumber informasi/data yang berasal dari satu komputer peladen.[9]
    2. Jaringan terdistribusi
      Merupakan perpaduan beberapa jaringan terpusat sehingga terdapat beberapa komputer peladen yang saling berhubungan dengan klien membentuk sistem jaringan tertentu.[9]
  5. Berdasarkan media transmisi data
    1. Jaringan Berkabel (Wired Network)

    1. Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain diperlukan penghubung berupa kabel jaringan.[9] Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan.[9]
    2. Jaringan nirkabel(Wi-Fi)
      Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik.[9] Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar komputer jaringan.[9]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ a b c d e Pengertian Jaringan Komputer (Diakses pada tanggal 26 Mei 2011)
  2. ^ a b Jaringan Komputer (Diakses pada tanggal 27 Mei 2011)
  3. ^ a b c d e f g h i Sejarah Jaringan Komputer {Diakses pada tanggal 26 Mei 2011)
  4. ^ a b c d Sejarah Perkembangan Jaringan Komputer (Diakses pada tanggal 26 Mei 2011)
  5. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s Teknik Informatika (Diakses pada tanggal 26 Mei 2011)
  6. ^ a b c d e f g h i j k Latarbelakang dan Sejarah Jaringan Komputer (Diakses pada tanggal 27 Mei 2011)
  7. ^ a b c Pengertian LAN,MAN,WAN (diakses pada tanggal 28 Mei 2011)
  8. ^ a b c d e f g h i j k l m Klasifikasi Jaringan Komputer (Diakses pada tanggal 29 Mei 2011)
  9. ^ a b c d e f Politeknik Sukabumi (Diakses pada tanggal 2 Juni 2011)